fbpx
was successfully added to your cart.

Manajemen Risiko Di Perusahaan Atau Organisasi

By April 15, 2019News & Article

Tujuan dari manajemen risiko adalah memberikan informasi berkaitan dengan kegiatan yang ada dalam manajemen risiko sesuai dengan tahapan-tahapannya yang dalam hal ini dapat diwakili oleh Tim Ahli K3 Umum dan SMK3.

Sasaran manajemen risiko adalah
1. Menjelaskan pengertian dari manajemen risiko.
2. Menyebutkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam manajemen risiko.
3. Melaksanakan kegiatan manajemen risiko di tempat kerja.
4. Mengendalikan risiko di tempat kerja dengan menggunakan prinsip manajemen risiko.

Secara umum manajemen risiko meliputi beberapa hal berikut ini:
1. SMK3 adalah suatu sistim manajemen dengan pendekatan berbasis pada manajemen/ pengendalian risiko.
2. Menerapkan SMK3 sama dengan mengurangi risiko di tempat kerja, yang mana biaya yang akan muncul akibat dari kecelakaan dan PAK, termasuk jamsostek, biaya medis, dan hilangnya produktifitas dapat dikurangi.
3. Banyak metode penilaian risiko (risk assesment) yang di kembangkan oleh berbagai organisasi/ perusahaan dan berbagai negara. Konsep terbaru penilaian risiko adalah ISO 31000.
4. Pada materi ini akan diberikan keterampilan melakukan penilaian risiko berdasarkan pada metode yang dikembangkan oleh Kemenakertrans yaitu Penilaian Risiko Lingkungan Kerja.

Pengertian istilah-istilah yang ada pada lingkup manajemen risiko, yaitu:
1. Aktifitas, yaitu proses atau sekumpulan proses yang dilakukan oleh suatu organisasi yang menghasilkan atau mendukung satu atau lebih produk atau jasa.
2. Identifikasi risiko (risk identification) yaitu proses untuk menemukan, mengenali dan mendeskripsikan risiko. Identifikasi risiko terdiri dari identifikasi sumber-sumber risiko, kejadian-kejadian, penyebab dan potensi konsekuensinya.
3. Identifikasi risiko dapat melibatkan data histori, analisis secara teori, opini ahli, dan kebutuhan stakeholders.
4. Kejadian (event) yaitu muncul atau berubahnya sekumpulan hal tertentu. Satu kejadian bisa berupa satu atau lebih kemunculan, dan bisa mempunyai beberapa sebab. Kejadian disebut juga sebagai insiden atau kecelakaan. Kejadian yang tidak mempunyai konsekuensi disebut sebagai ‘near miss’, ‘insident’, atau ‘close call’, ‘ hampir kena’.
5. Konsekuensi, yaitu hasil dari suatu kejadian yang berpengaruh pada tujuan berdasarkan ISO 31000:2015. Suatu kejadian dapat menyebabkan konsekuensi yang beragam. Konsekuensi dapat dinyatakan secara kualitatif atau kuantitatif. Konsekuensi bisa tertentu atau tidak-tentu dan dapat mempunyai efek positif atau negatif terhadap tujuan.
6. Penilaian risiko (risk analysis) yatiu proses memahami secara menyeluruh sifat dari risiko dan untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan ISO 31000:2015. Penilaian risiko termasuk dalam mengestimasi risiko.
7. Peluang (likelihood) yaitu kemungkinan terjadinya sesuatu berdasarkan ISO 31000. Peluang (likelihood) bisa subjektif atau objektif, kualitatif atau kuantitatif.
8. Rating risiko, yaitu notasi huruf yang mencerminkan risiko yang ada dalam satu kelompok pekerja, perusahaan, badan usaha atau lembaga.
9. Risiko, yaitu kombinasi dari konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut berdasarkan OHSAS 18001-2007. Akibat (efek) dari ketidakpastian terhadap tujuan berdasarkan ISO 31000:20015. Ketidakpastian adalah keadaan dimana kekurangan informasi terkait, pemahaman atau pengetahuan dari suatu kejadian, konsekuensinya atau kemungkinannya.
10. Hazard atau sumber risiko, yaitu sumber, situasi, atau tindakan yang berpotensi mencederai badan atau mengganggu kesehatan manusia berdasarkan OHSAS 18001-2007. Elemen yang dapat berdiri sendiri atau merupakan kombinasinya yang berpotensi untuk terjadinya risiko berdasarkan ISO 31000:2009.
11. Manajemen Risiko adalah penerapan secara sistematis dari kebijakan manajemen, prosedur dan akitivitas dalam kegiatan identifikasi bahaya, analisa, penilaian, penanganan dan pemantauan serta review (peninjauan ulang) terhadap risiko.

Siapakah yang melakukan penilaian risiko?
Penilaian risiko dapat dilakukan antara lain oleh:
1. Pengawas ketenagakerjaan,
2. Manager atau supervisor atau ahli K3 Umum atau Auditor SMK3 di perusahaan yang bersangkutan,
3. Pihak ketiga yang memahami memahami MSDS/Label/informasi tempat kerja.

Adapun kualifikasi yang melakukan penilaian risiko adalah mereka perlu memahami peraturan perundang-undangan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan memiliki keahlian di bidang K3 seperti Ahli K3 Umum dan Audit SMK3.

Pemantapan Konteks Manajemen Risiko:
Konteks Strategi, yaitu penilaian internal dan eksternal unit
Konteks Organisasi, yaitu penilaian terhadap manajemen dan organisasi yang mana manajemen terlibat dalam pengambilan keputusan, terkait dengan kebijakan organisasi secara keseluruhan dan terkait dengan alokasi sumber daya, seperti personil, finansial, dan lain-lain.
Konteks Pengelolaan Risiko , yaitu penilaian terhadap ruang lingkup yg lebih besar hingga pemerintah.

Identifikasi Bahaya
Tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko di mana kita melakukan identifikasi bahaya yang terdapat dalam suatu kegiatan atau proses. Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai sebagai panduan:
1. Apakah ada sumber untuk menimbulkan cidera/loss?
2. Target apa saja yang terkena/terpengaruh bahaya?
3. Bagaimana mekanisme cidera/loss dapat timbul?

Pertanyaan lainnya adalah apakah ada sumber untuk menimbulkan cidera? Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari:
1. Bahan / material
2. Alat/mesin
3. Metode kerja
4. Lingkungan kerja

Jenis-Jenis Bahaya dan Risiko:
1. Fisika, seperti bising, radiasi, laser, cahaya dan lain-lain.
2. Kimia, seperti bahan-bahan kimia, limbah B3 dan lain-lain.
3. Ergonomi, seperti sistem kerja, angkat barang dan lain-lain.
4. Psikososial, seperti stress, kerja shift dan lain-lain.
5. Biologi, seperti serangga, bakteri, virus dan lain-lain.

Identifikasi Bahaya
Terget yang mungkin terkena atau terpengaruh sumber bahaya:
1. Manusia
2. Produk
3. Peralatan atau fasilitas
4. Lingkungan
5. Proses
6. Reputasi
7. Manusia
8. Dan target lainnya.

Teknik Identifikasi Bahaya
Banyak alat bantu yang dapat digunakan oleh Ahli K3 Umum dan Auditor SMK3 atau yang diberi kewenangan untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Beberapa metode atau teknik tersebut adalah
1. Inspeksi
2. Pemantauan/survey
3. Audit
4. Kuesioner
5. Data-data statistik

Analisa dan Penilaian Risiko
Peluang (probability) yaitu kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan/kerugian ketika terpajan dengan suatu bahaya, seperti:
1. Peluang orang jatuh karena melewati jalan licin.
2. Peluang untuk tertusuk jarum.
3. Peluang tersengat listrik.
4. Peluang supir menabrak.

Langkah-Langkah Penilaian Risiko:
1. Langkah 1: Menemukan bahaya.
2. Langkah 2: Menentukan siapa yang bakal terkena risiko dan bagaimana.
3. Langkah 3: Melakukan evaluasi risiko dan menetapkan apakah kehati-hatian yang dilakukan sudah memadai atau harus lebih ketat lagi.
4. Langkah 4: Mencatat penemuan.
5. Langkah 5: Tinjau ulang penilaian dan perbaiki jika perlu.

Analisa dan Penilaian Risiko
Akibat (consequences) yaitu tingkat keparahan atau kerugian yang mungkin terjadi dari suatu kecelakaan/loss akibat bahaya yang ada. Hal ini bisa terkait dengan manusia, properti, proses, lingkungan dan lain-lain.
Contoh: Fatality atau kematian, cacat, perawatan medis dan P3K.

Acuan Dalam Penilaian Risiko
Agar penilaian yang kita lakukan seobyektif mungkin yang dalam hal ini dapat diwakili oleh Tim Ahli K3 Umum dan Audit SMK3, maka perlu mengumpulkan informasi sebelum menilai resiko dari suatu akitifitas seperti berikut:
1. Informasi tentang suatu aktifitas (durasi, frekuensi, lokasi dan siapa yang melakukan)
2. Tindakan pengendalian risiko yang telah ada
3. Peralatan/mesin yang digunakan untuk melakukan aktifitas
4. Bahan yang dipakai serta sifat-sifatnya (MSDS)
5. Data statistik kecelakaan/penyakit akibat kerja (internal dan eksternal)
6. Hasil studi dan survey ataua pemantauan
7. Literatur
8. Benchmark pada industri sejenis
9. Penilaian pihak spesiality/tenaga ahli dan lain-lain

Analisa Risiko
Ada tiga cara dalam penilaian risiko, yaitu:
1. Kualitatif
Metode ini menganalisa dan menilai suatu risiko dengan cara membandingkan terhadap suatu diskripsi atau uraian dari parameter (peluang dan akibat) yang digunakan. Umumnya metode matriks yang akan dipakai.

2. Semi kuantitatif (contoh: pembobotan atau rangking)
Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan analisa kualitatif, perbedaannya pada metode ini uraian atau deskripsi dari parameter yang ada dinyatakan dengan nilai atau skor tertentu.

3. Kuantitatif
Metode ini dilakukan dengan menentukan nilai dari masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa data-data yang representatif. Analisa terhadap nilai peluang atau akibat dilakukan dengan beberapa metode seperti analisa statistik, model komputer, simulasi, fault tree analysis dan lain-lain, tergantung pada derajat risiko, sumberdaya yang tersedia untuk penilaian dan keakuratan data yang tersedia.

Penanganan Risiko
Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan apakah risiko tersebut masih bisa diterima (acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh suatu perusahaan atau organisasi. Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima, maka organisasi yang dalam hal ini dapat diwakili oleh Tim Ahli K3 Umum dan SMK3 harus menetapkan bagaimana risiko tersebut ditangani hingga tingkat di mana risikonya paling minimum atau sekecil mungkin. Bila risiko mudah dapat diterima atau ditolerir, maka organisasi perlu memastikan bahwa monitoring terus dilakukan terhadap risiko itu.

Risiko yang Bisa Diterima
Menentukan suatu risiko yang dapat diterima akan tergantung kepada penilaian atau pertimbangan dari suatu organisasi berdasarkan:
1. Tindakan pengendalian yang telah ada
2. Sumber daya (finansial, sumber daya manusia, fasilitas dan lain-lain)
3. Regulasi atau standard yang berlaku
4. Rencana keadaan darurat
5. Catatan atau data kecelakaan terdahulu dan lain-lain.
Catatan: walau suatu risiko masih dapat diterima tapi tetap harus dipantau atau dimonitor.

Penanganan Risiko
Bila suatu risiko tidak dapat diterima, maka harus dilakukan upaya penanganan risiko agar tidak menimbulkan kecelakaan atau kerugian. Bentuk tindakan penanganan risiko dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Hindari risiko
2. Kurangi atau meminimalkan risiko
3. Transfer risiko
4. Terima risiko

Hirarki Pengendalian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Eliminasi
Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya

2. Substitusi
– Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pasta
– Proses menyapu diganti dengan vakum
– Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen
– Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan

3. Rekayasa Teknik
– Pemasangan alat pelindung mesin (mechin guarding)
– Pemasangan general dan local ventilation
– Pemasangan alat sensor otomatis

4. Pengendalian Administratif
– Pemisahan lokasi
– Pergantian shift kerja
– Pembentukan sistem kerja
Pelatihan karyawan
– Alat Pelindung Diri
– Helmet
– Safety Shoes
– Ear plug/muff
– Safety goggles
– Masker
– Breathing apparatus dan lain-lain

Pemantauan dan Tinjauan Ulang
Setelah rencana tindakan pengendalian risiko dilakukan, maka selanjutnya perlu dipantau dan ditinjau ulang apakah tindakan tersebut sudah efektif atau belum. Bentuk pemantauan antara lain:
1. Inspeksi dan safety patrol
2. Pemantauan lingkungan kerja dan LH
3. Near miss report
4. Accident report
5. Pemeriksaan kesehatan
6. Audit

Pemantauan dan tinjauan ulang harus dilakukan karena akan selalu ada potensi hazard yang baru untuk setiap tempat kerja, hazard ini dapat disebabkan oleh:
1. Penggunaan teknologi, peralatan atau bahan-bahan dan produk baru.
2. Penerapan dari metode atau prosedur kerja baru (SOP baru)
3. Perubahan lingkungan kerja (perpindahan ke kantor yang berbeda, pengurangan staff, mutasi, rotasi , shift dan lain-lain.
4. Perubahan organisasi atau manajemen.
5. Mempekerjakan staff baru dengan tingkat kemampuan dan pengetahuan yang berbeda.

Pelatihan-Pelatihan Manajemen Risiko di PJK3 Accelera Safety:

Integrated Management System Accelera Safety

.

Auditor SMK3 KEMNAKER RI Accelera Safety

.

Ahli K3 Umum Bonus 5 Sertifikat Kompetensi Accelera Safety

.

Penerapan PP 50 SMK3 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Accelera Safety

.

5R/5S Kaizen Accelera Safety

error: Content is protected !!
WhatsApp chat