fbpx
was successfully added to your cart.
All Posts By

accpelatihan

Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi KEMNAKER RI

By | Accelera Safety | 4 Comments

Apa itu SMK3?
Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan, khususnya untuk mengendalikan segala risiko saat proses produksi atau operasional di tempat kerja. Di Indonesia PP No.50 Tahun 2012 dan Permenaker RI No. 26 Tahun 2014 telah diterapkan untuk dapat meningkatkan produktifitas bisnis & efektivitas perlindungan bagi tenaga kerja melalui Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK) yang terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi. Setiap lulusan SMK, mahasiswa, freshgraduate, tenaga kerja, guru/dosen, manager hingga pemimpin perusahaan perlu mengenal dan memahami penerapan dan audit internal SMK3.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja.

SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan, khususnya untuk mengendalikan segala risiko saat proses produksi atau operasional di tempat kerja.

Agar penerapan SMK3 berjalan efektif, maka secara periodik perlu dilakukan efektivitasnya melalui audit internal dan tinjauan manajemen. Dari hasil audit SMK3 tersebut akan dapat diperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang status mutu pelaksanaan SMK3 yang selanjutnya dapat digunakan untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Materi Pelatihan Penerapan SMK3:

  • Pengenalan K3
  • Peraturan Perundangan K3
  • Prinsip-prinsip SMK3
  • Elemen & Kriteria Audit SMK3
  • Mekanisme & Sistematika Pelaksanaan Audit SMK3
  • Tugas & Fungsi Auditor SMK3
  • Wewenang, kewajiban dan jenjang karier auditor SMK3
  • Badan Audit SMK3
  • Instrumen Audit SMK3
  • Laporan & Teknik Audit SMK3
  • Simulasi Audit SMK3
  • Budaya kerja selamat 5R
  • Evaluasi Akhir

Investasi: Rp. 5.500.000.-

*Penginapan selama 4 hari + Rp. 500.000.- per perserta


Jadwal Pelaksanaan:

27 – 30 Januari 2020
10 – 13 Februari 2020

Fasilitas:

  • Sertifikasi Auditor SMK3 KEMNAKER RI
  • Bonus 2 sertifikat: Sertifikat 5R/5S Penerapan SMK3 dari PJK3 Accelera Safety
  • Bonus Buku 5R edisi terbaru
  • Modul pelatihan
  • Coffee break (2x) dan makan siang
  • Flashdisk + kumpulan materi
  • Goodie bag + training kit

Persyaratan:

  • Fotokopi Sertifikat Ahli K3 Umum dan SKP (3 lembar)
  • Fotokopi ijasah terakhir (minimal D3 – 3 lembar)
  • Fotokopi KTP (3 lembar)
  • Pasfoto 2×3, 3×4 dan 4×6 background warna merah (4 lembar)

ACCELERA SAFETY – PT Mitra Jaya Profita
SK KEMENKUMHAM No. AHU-0017955.AH.01.01.TAHUN 2017
Jalan Soropadan CC XII, Nomor 80 a – b, Condong Catur, Depok – Sleman, Yogyakarta 55283
Call/ WA/ SMS: 08157643371
Facebook: AcceleraSafety
Instagram: accelera.safety & accelerasafety
Email : accelerapelatihan@gmail.com, admin.safety@accelerapelatihan.co.id
Website : www.accelerapelatihan.co.id

Pamflet K3 RS 2020 Accelera Safety MJPro Web Medsos

PELATIHAN K3 RUMAH SAKIT SERTIFIKASI KEMNAKER RI

By | Accelera Safety | 6 Comments

Pelatihan K3 Rumah Sakit Sertifikasi KEMNAKER RI
Bonus Sertifikat Budaya 5R Kaizen & Auditor SMK3 PP 50 Tahun 2012

Seirama dengan derap langkah pembangunan negara dewasa ini, kita akan memajukan industri yang maju dan mandiri dalam rangka mewujudkan era industrialisasi. Di era globalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja. Untuk itu kita perlu mengembangkan dan meningkatkan K3 di segala sektor dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktifitas dan efesiensi, termasuk di dalamnya kompetensi tenaga kerja di rumah sakit yang juga didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3.

Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia dilaksanakan untuk menilai kepatuhan rumah sakit terhadap standar akreditasi. Akreditasi rumah sakit merupakan regulasi baru di SNARS/KARS, yang mana ketentuan ini meliputi ketentuan spesifik untuk mengikuti proses akreditasi dan untuk mempertahankan status akreditasi. Rumah sakit harus mematuhi ketentuan dalam bagian ini sepanjang waktu dalam proses akreditasi.

Ketentuan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1087/MENKES/SK/VIII/2010 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan hukum.

Penerapan keselamatan dan kesehatan rumah sakit (K3 RS) bertujuan untuk terselenggaranya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit secara optimal, efektif, efisien dan berkesinambungan, juga melalui sertifikasi ini dapat menjadi solusi peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang K3 yang sekaligus menjadi peningkat nilai tawar bagi sang tenaga kerja di tempat kerjanya.

Potensi bahaya di rumah sakit, selain penyakit-penyakit infeksi juga ada potensi bahaya-bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan kondisi di rumah sakit, yaitu kecelakaan (peledakan, kebakaran, kecelakaan yang berhubungan dengan isntalasi listrik dan sumber cidera lainnya), radiasi, bahan-bahan kimia yang berbahaya, gas-gas anestesi, gangguan psikososial, ergonomi dan bencana alam. Semua potensi bahaya tersebut secara jelas mengancam jiwa dan kehidupan bagi para karyawan rumah sakit, para pasien maupun para pengunjung yang berada di lingkungan rumah sakit.

Oleh karena aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan manajemen risiko merupakan aspek yang tidak dapat ditawar implementasinya, maka solusi yang kami tawarkan adalah melalui Pembinaan K3 Rumah Sakit, dengan keterangan sebagai berikut:

Pembahasan Materi K3 Rumah Sakit:
Pre test
– Peraturan Perundangan dan Dasar K3 di Rumah Sakit
– Pelayanan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit
– Infeksi Nosokomial
– Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja serta Cara Pelaporannya
– Pengelolaan Prasarana dan Sarana di Rumah Sakit dari Aspek K3
– K3 Laboratorium dan K3 Radiologi di Rumah Sakit
– Pengelolaan Peralatan Medis dari Aspek K3
– Keselamatan dan Keamanan di Rumah Sakit
– Pengelolaan B3 dari Aspek K3 dan Sanitasi Penanganan Limbah Medis di Rumah Sakit
– Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran di Rumah Sakit
– Kesiapsiagaan menghadapi Kondisi Darurat atau Bencana di Rumah Sakit
– Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Rumah Sakit
– Manajemen Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit
– Praktek Kunjungan Lapangan (PKL) dan Laporan
– Evaluasi dan Ujian

Biaya Pelatihan Rp. 3.999.999.-

Persyaratan:
1. Minimal D3 dan menyerahkan fotokopi ijasah terakhir atau Surat Keterangan Lulus (3 lembar)
2. Menyertakan fotokopi KTP (3 lembar)
3. Membawa surat rekomendasi dari perusahaan (bagi yang sudah bekerja)
4. Melampirkan pas foto berwarna 4×6, 3×4, 2×3 masing-masing 4 lembar (background merah)

Fasilitas:
1. Sertifikat Kementerian Tenaga Kerja RI (berlaku nasional)
2. Surat Keterangan dari PJK3 Accelera Safety (PT Mitra Jaya Profita)
3. Bonus Sertifikat Budaya Kerja 5R dan Penerapan SMK3 PP 50 2012
4. Coffee break & snack (2x)
5. Makan siang
6. Training Kit & Flashdisk
7. Modul pelatihan
8. Kaos Berkerah
9. Bonus jalan-jalan keliling Kota Yogyakarta
10. Keanggotaan Alumni dan komunitas Accelera Safety (PT Mitra Jaya Profita)

Jadwal Pelaksanaan:

Angkatan I: 23 – 25 Januari 2019 (sudah terlaksana)
Angkatan II: 9 – 12 Maret 2020
Angkatan III: 20 -23 April 2020
Angkatan III: 11 – 14 Mei 2020

Note: Harga dan jadwal IN HOUSE TRAINING disesuaikan kebutuhan.

Tempat Pelaksanaan:
D. I. Yogyakarta – Hotel berbintang
Jalan Doktor Sutomo, Kota Yogyakarta 55211

PJK3 ACCELERA SAFETY – PT Mitra Jaya Profita
SKP PJK3 NO. : KEP.374/BINWASK3-PNK3/V/2018
SK KEMENKUMHAM No. AHU-0017955.AH.01.01.TAHUN 2017
Jalan Soropadan CC XII, Nomor 80 a – b, Condong Catur, Depok – Sleman, Yogyakarta 55283
Call/ WA/ SMS: 08157643371
Facebook: AcceleraSafety
Instagram: accelera.safety & accelerasafety
Email : accelerapelatihan@gmail.com, admin.safety@accelerapelatihan.co.id
Website : www.accelerapelatihan.co.id

P3K Kemnaker Accelera Safety MJPRO 2020 Medsos

Pelatihan P3K Di Tempat Kerja Sertifikasi KEMNAKER RI

By | Accelera Safety | 669 Comments

Pelatihan P3K Di Tempat Kerja Sertifikasi KEMNAKER RI
**Bonus Dua (2) Sertifikat Kompetensi Tambahan

P3K atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan yang sering kita kenal dengan first aids di tempat kerja berdasarkan Permenaker No:PER.15/MEN/VIII/2008 selanjutnya disebut dengan P3K di tempat kerja merupakan upaya memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada pekerja atau orang di sekitar tempat kerja yang terkena cidera atau sakit di tempat kerja.

Semua rangkaian proses pekerjaan di perusahaan atau di tempat kerja beresiko mengakhibatkan kecelakaan kerja atau cidera dari mulai skala ringan hingga berat. Kecelakaan bisa terjadi karena kondisi tempat kerja yang tidak aman ataupun karena kelalaian pekerja.

Kecelakaan kerja yang terjadi tersebut akan sangat merugikan perusahaan, selain karena biaya pengobatan yang harus dikeluarkan, tidak efektif dan produktifnya rangkaian kerja dan terlukanya pekerja, hal ini menunjukan setiap kecelakaan mengancam keselamatan pekerja dan mengakhibatkan korban jiwa dan atau kerusakan fasilitas perusahaan. Kecelakaan kerja dan penanganan yang tidak sigap sering kali harus mengakhibatkan hilangnya nyawa para pekerja.

Bercermin dari peristiwa-peristiwa keecelakaan kerja yang telah terjadi, oleh sebab itu setiap tempat kerja harus memiliki Petugas P3K yang siap dan mampu melakukan pertolongan ketika terjadi kecelakaan kerja maupun kegawatan medik. Untuk dapat ditunjuk sebagai Petugas P3K di tempat kerja oleh perusahaan, petugas P3K tersebut perlu mendapatkan pelatihan tentang Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) di Tempat Kerja.

Berdasarkan regulasi pemerintah terkait dengan K3 adalah PERMENAKER RI No. PER15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja menyatakan bahwa Petugas P3K di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 harus memiliki lisensi dan buku kegiatan P3K dari kepala Instansi yang bertanggung dibidang ketenagaakerjaan. Ayat 2 yang menyatakan bahwa untuk mendapatkan lisensi sebagai mana dimaksud pada ayat 1 harus memenuhi syarat-syarat yaitu bekerja pada perusahaan, sehat secara jasmani dan rohani, bersedia ditunjuk menjadi petugas P3K dan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang P3K di Tempat kerja yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan.

Oleh sebab penjelasan di atas, Accelera Safety menawarkan Pelatihan P3K di Tempat Kerja dengan program sertifikasi KEMNAKER RI yang berlaku nasional bagi Anda.

Materi pelatihan yang akan disampaikan meliputi:
1. Peraturan perudangan yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K)
2. Dasar – dasar Kesehatan Kerja
3. Dasar – dasar Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K)
4. Anatomi dan Faal tubuh manusia
5. Pedoman Penyediaan Fasilitas P3K
6. Bahaya dan Penanganan terhadap sengatan panas, keracunan, paparan bahan kimia, kejang.
7. Gangguan lokal (luka, perdarahan, luka bakar, patah tulang) dan tindakan pertolongannya.
8. Gangguan Kesadaran dan tindakan pertolongannya
9. Gangguan Pernafasan dan tindakan pertolongannya
10. Gangguan peredaran darah dan tindakan pertolongannya
11. Resusitasi jantung paru
12. Evakuasi korban (Prosedur dan Para pengangkutan korban)
13. P3K pada keadaan tertentu (P3K pada kecelakaan diruang tertutup/terbatas dan P3K sengatan listrik)
14. Praktik

Persyaratan:
1. Minimal SLTA Sederajat dan menyerahkan fotokopi ijasah terakhir atau Surat Keterangan Lulus (3 lembar)
2. Menyertakan fotokopi KTP (3 lembar)
3. Membawa surat rekomendasi dari perusahaan (bagi yang sudah bekerja)
4. Melampirkan pas foto berwarna 4×6, 3×4, 2×3 masing-masing 4 lembar (background merah)

Fasilitas:
1. Sertifikat Kementerian Tenaga Kerja RI (berlaku nasional)
2. Surat Keterangan dari PJK3 Accelera Safety (PT Mitra Jaya Profita)
3. Bonus Sertifikat Budaya Kerja 5R dan K3
4. Coffee break & snack (2x)
5. Makan siang
6. Training Kit & Flashdisk
7. Modul pelatihan (softcopy & hardcopy)
8. Kaos Berkerah
9. Bonus jalan-jalan keliling Kota Yogyakarta
10. Keanggotaan Alumni dan komunitas Accelera Safety (PT Mitra Jaya Profita)

Biaya Pelatihan Rp. 3.350.000.- Kuota Terbatas!

Tempat Pelaksanaan:
Hotel Bintang 3 Yogyakarta

Jadwal Pelaksanaan:
Angkatan I: 23 – 25 Januari 2020
Angkatan II: 6 – 8 Februari 2020

PJK3 ACCELERA SAFETY – PT Mitra Jaya Profita
SKP PJK3 NO. : KEP.374/BINWASK3-PNK3/V/2018
SK KEMENKUMHAM No. AHU-0017955.AH.01.01.TAHUN 2017
Jalan Soropadan CC XII, Nomor 80 a – b, Condong Catur, Depok – Sleman, Yogyakarta 55283
Call/ WA/ SMS: 08157643371
Facebook: AcceleraSafety
Instagram: accelera.safety & accelerasafety
Email : accelerapelatihan@gmail.com, admin.safety@accelerapelatihan.co.id
Website : www.accelerapelatihan.co.id

Spare Part bed dan kursi roda rumah sakit dan peralatan office MAK Accelera Equipment Mitra Jaya Profita

Roda Castor & Peralatan Rumah Sakit PT MAK

By | Accelera Safety | 4 Comments

Agen resmi yang menyediakan segala jenis spare parts rumah sakit dan maintenance, seperti roda castor dan peralatan rumah sakit lainnya dari produk PT Mega Andalan Kalasan dengan Brand MAK mulai dari harga Rp. 59.400.-

Tersedia juga spare parts produk MAK:
Spare part Comfort Bed, Economic Bed, Supramax Bed, Sotamak Bed, Children Bed, Bedside Cabinet, Cabinet, GYN Bed 34106 E, Medicine Bed, Emergency Trolley, Stretcher 31209, Linen Hamper Carr, Trolley Cleaner, Food Trolley, Wheel Chair, Castor, Motor Linak, dan Gas Spring.

Pelatihan Hiperkes Paramedis No Galih Accelera Safety B1 Website

PELATIHAN HIPERKES & KK BAGI PARAMEDIS SERTIFIKAT KEMNAKER RI

By | Accelera Safety | 724 Comments

PELATIHAN HIPERKES & KK BAGI PARAMEDIS SERTIFIKAT KEMNAKER RI
**Bonus Dua (2) Sertifikat Kompetensi Tambahan

Dewasa ini Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah mulai banyak dikenal di masyarakat, khususnya dilingkungan perusahaan besar dan menengah di berbagai sektor kegiatan dan wilayah. Pengusaha, pengurus dan tenaga kerja sudah mulai memahami dan menyadari arti pentingnya K3, walau masih ada pihak-pihak yang belum mengenal atau tersentuh oelhnya.

Dari uraian tersebut diatas dapat dimaklumi bahwa upaya pembinaan termasuk penyuluhan, pelatihan, dan upaya persuasif lainnya merupakan prioritas untuk dilakukan dan sangat strategis dalam rangka pencegahan kemungkinan terjadinya kecelakaan di tempat kerja secara dini.

Pelayanan dan pemantauan kesehatan kerja di perusahaan diprakarsai oleh Dokter Hiperkes & Tim Paramedis yang tergabung dalam Divisi K3 Perusahaan bertugas dalam menangani masalah keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Dengan mengikuti pelatihan Hiperkes & KK bagi Paramedis diharapkan Paramedis bisa membuat program kerja untuk mencegah dampak negatif dari proses produksi terhadap tenaga kerja dan aset perusahaan.

Biaya Pelatihan Rp. 2.200.000.-

Persyaratan:
1. Fotokopi ijasah terakhir pendidikan minimal SMK/D1/D2/D3 Jurusan Perawat/Kesehatan sebanyak tiga (3) lembar
2. Foto 2X3, 3X4 dan 4X6 latar belakang merah masing-masing Enam (6) lembar
3. Fotokopi KTP yang masih berlaku dua (2) lembar
4. Surat rekomendasi dari perusahaan bagi yang sudah bekerja
*Catatan: Peserta diharapkan membawa laptop untuk pengerjaan laporan kunjungan perrusahaan.

Fasilitas:
1. Sertifikat Kementerian Tenaga Kerja RI (berlaku nasional)
2. Bonus sertifikat kompetensi Budaya 5R dan K3 dari Accelera Safety
3. Surat keterangan pelatihan dari PJK3 Accelera Safety
4. Modul pelatihan (hardcopy dan softcopy)
5. Makan Siang
6. Snack dan Coffee Break (2x)
7. Kunjungan ke perusahaan
8. Tas
9. Flashdisk
10. Training kit
11. Sudah termasuk biaya distribusi sertifikat
12. Bonus jalan-jalan keliling Kota Yogyakarta
13. Keanggotaan Alumni dan komunitas Accelera Safety

Materi Pelatihan:
– Kebijakan K3 dan Hiperkes
– Peraturan Perundangan Terkait Hiperkes
– Manajemen Hiperkes dan Keselamatan Kerja
– Tugas Pokok dan Fungsi Tenaga Hiperkes
– Sistem Manajemen K3 (SMK3)
– Hygiene Perusahaan dan Ergonomi
– Pengendalian Potensi Bahaya
– Psikologi kerja/industri
– Prinsip dan Filosofi Kesehatan Kerja
– Pemeriksaan Kesehatan Kerja
– Promosi Kesehatan Kerja
– Toksikologi Industri
– Penyakit Akibat Kerja
– Gizi Kerja
– Program Rehabilitasi Kerja
– Keselamatan Kerja
– Teori Dasar Kecelakaan Kerja
– Alat Pelindung Diri
– Epidemologi Hiperkes
– Sanitasi dan Pengelolaan Limbah
– Program Jamsostek/BPJS
– Kunjungan lapangan
– Pembuatan Laporan

Jadwal Pelaksanaan:
Angkatan 1: 26 – 30 Agustus 2019
Angkatan 2: 16 – 20 September 2019
Angkatan 3: 14 – 18 Oktober 2019
Angkatan 4: 18 – 22 November 2019

Tempat Pelaksanaan:
D. I. Yogyakarta – Hotel berbintang
Jalan Doktor Sutomo, Kota Yogyakarta 55211

PJK3 ACCELERA SAFETY – PT Mitra Jaya Profita
SKP PJK3 NO. : KEP.374/BINWASK3-PNK3/V/2018
SK KEMENKUMHAM No. AHU-0017955.AH.01.01.TAHUN 2017
Jalan Soropadan CC XII, Nomor 80 a – b, Condong Catur, Depok – Sleman, Yogyakarta 55283
Call/ WA/ SMS: 08157643371
Facebook: AcceleraSafety
Instagram: accelera.safety & accelerasafety
Email : accelerapelatihan@gmail.com, admin.safety@accelerapelatihan.co.id
Website : www.accelerapelatihan.co.id

Pelatihan Hiperkes Dokter No Galih Accelera Safety B1 Website

PELATIHAN HIPERKES & KK BAGI DOKTER SERTIFIKAT KEMNAKER RI

By | Accelera Safety | 675 Comments

PELATIHAN HIPERKES & KK BAGI DOKTER SERTIFIKAT KEMNAKER RI
**Bonus Dua (2) Sertifikat Kompetensi Tambahan

Dewasa ini Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah mulai banyak dikenal di masyarakat, khususnya dilingkungan perusahaan besar dan menengah di berbagai sektor kegiatan dan wilayah. Pengusaha, pengurus dan tenaga kerja sudah mulai memahami dan menyadari arti pentingnya K3, walau masih ada pihak-pihak yang belum mengenal atau tersentuh oelhnya.

Dari uraian tersebut diatas dapat dimaklumi bahwa upaya pembinaan termasuk penyuluhan, pelatihan, dan upaya persuasif lainnya merupakan prioritas untuk dilakukan dan sangat strategis dalam rangka pencegahan kemungkinan terjadinya kecelakaan di tempat kerja secara dini.

Pelayanan dan pemantauan kesehatan kerja di perusahaan diprakarsai oleh Dokter Hiperkes & Tim Paramedis yang tergabung dalam Divisi K3 Perusahaan bertugas dalam menangani masalah keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Dengan mengikuti pelatihan Hiperkes & KK bagi Dokter diharapkan dokter perusahaan bisa membuat program kerja yang tepat untuk mencegah dampak negatif dari proses produksi terhadap tenaga kerja dan aset perusahaan.

Biaya Pelatihan Rp. 2.300.000.-

Persyaratan:
1. Fotokopi ijasah terakhir dua (2) lembar (jika ijasah belum terbit, dapat menggunakan surat keterangan lulus dengan cap basah – asli)
2. Foto 2X3, 3X4 dan 4X6 latar belakang merah masing-masing lima (5) lembar

Fasilitas:
1. Sertifikat Kementerian Tenaga Kerja RI (berlaku nasional)
2. SKP
3. Bonus sertifikat kompetensi Budaya 5R dan K3 dari Accelera Safety
4. Surat keterangan pelatihan dari PJK3 Accelera Safety
5. Modul pelatihan (hardcopy dan softcopy)
6. Makan Siang
7. Snack dan Coffee Break (2x)
8. Kunjungan ke perusahaan
9. Tas
10. Flashdisk
11. Training kit
12. Sudah termasuk biaya distribusi sertifikat
13. Bonus jalan-jalan keliling Kota Yogyakarta
14. Keanggotaan Alumni dan komunitas Accelera Safety
*Catatan: Peserta diharapkan membawa laptop untuk pengerjaan laporan kunjungan perrusahaan.

Materi Pelatihan:
– Kebijakan K3 dan Hiperkes
– Peraturan Perundangan Terkait Hiperkes
– Manajemen Hiperkes dan Keselamatan Kerja
– Tugas Pokok dan Fungsi Tenaga Hiperkes
– Sistem Manajemen K3 (SMK3)
– Hygiene Perusahaan dan Ergonomi
– Pengendalian Potensi Bahaya
– Psikologi kerja/industri
– Prinsip dan Filosofi Kesehatan Kerja
– Pemeriksaan Kesehatan Kerja
– Promosi Kesehatan Kerja
– Toksikologi Industri
– Penyakit Akibat Kerja
– Gizi Kerja
– Program Rehabilitasi Kerja
– Keselamatan Kerja
– Teori Dasar Kecelakaan Kerja
– Alat Pelindung Diri
– Epidemologi Hiperkes
– Sanitasi dan Pengelolaan Limbah
– Program Jamsostek/BPJS
– Kunjungan lapangan
– Pembuatan Laporan

Jadwal Pelaksanaan:
Angkatan 1: 26 – 31 Agustus 2019
Angkatan 2: 16 – 21 September 2019
Angkatan 3: 14 – 19 Oktober 2019
Angkatan 4: 18 – 23 November 2019

Tempat Pelaksanaan:
D. I. Yogyakarta – Hotel berbintang
Jalan Doktor Sutomo, Kota Yogyakarta 55211

PJK3 ACCELERA SAFETY – PT Mitra Jaya Profita
SKP PJK3 NO. : KEP.374/BINWASK3-PNK3/V/2018
SK KEMENKUMHAM No. AHU-0017955.AH.01.01.TAHUN 2017
Jalan Soropadan CC XII, Nomor 80 a – b, Condong Catur, Depok – Sleman, Yogyakarta 55283
Call/ WA/ SMS: 08157643371
Facebook: AcceleraSafety
Instagram: accelera.safety & accelerasafety
Email : accelerapelatihan@gmail.com, admin.safety@accelerapelatihan.co.id
Website : www.accelerapelatihan.co.id

Prinsip-Prinsip Penerapan Sistem Manajemen K3

By | News & Article, Uncategorized | 4 Comments

Prinsip-Prinsip Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) Di Perusahaan

Paradigma Baru: 3 Perubahan (Paradigm Shift):
1. Dari pertumbuhan berdasarkan sumber daya menjadi berdasarkan inovasi.
2. Dari kelangkaan sumberdaya menjadi ketidak terbatasan ilmu.
3. Dari kemapanan ilmu menjadi daur manfaat ilmu yang lebih singkat.
Kunci sukses adalah keberlanjutan pembelajaran oleh individu dan perusahaan karena ilmu menjadi basis pertumbuhan.

Efek dari era pasar bebas adalah kesetaraan atau fairness dalam bisnis, tidak ada subsidi & social cost, pemenuhan ketentuan yang berlaku internasional seperti mutu, lingkungan dan keselamatan dan kesehatan kerja. Di tingkat internasional ILO, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hak asasi pekerja. Jika tidak memenuhi ketentuan, makan akan ditolak dalam perdagangan internasional. Dengan implementasi K3, maka pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan akan tercipta, sehingga secara otomatis faktor pengendalian risiko pun dapat terlaksana yang akan membuat tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Prinsip-Prinsip Dalam Penerapan SMK3:
1. Prinsip 1 SMK3
Komitmen dan Kebijakan
– Kepemimpinan dan komitmen
– Posisi organisasi K3
– Anggaran, tenaga kerja, sarana
– Personil K3 (Ahli K3 Umum dan Ahli K3 lainnya dalam lingkup tanggung jawab/ wewenang/ kewajiban)
– Koordinasi
– Penilaian kinerja dan tindak lanjut

Tinjauan awal K3 meliputi:
– Bandingkan dengan pedoman
– Identifikasi bahaya
– Pemenuhan (compliance) peraturan
Benchmark
– Sebab/akibat kejadian dan gangguan terhadap K3 yang sebelumnya
– Efisiensi dan efektifitas sumber daya

Kebijakan K3
– Proses konsultasi
– Sosialisasi
– Tinjau ulang

Pada penerapan SMK3, komitmen dan kebijaksanaan dari kepemimpinan sangat penting. Pengusaha dan manajemen perlu segera menetapkan kebijakan K3, organisasi K3, anggaran, personil di Bidang K3 yang mencakup Ahli K3 Umum, Auditor SMK3 dan Ahli K3 lainnya, koordinasi perencanaan K3 dan penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan K3.

Dalam penerapan SMK3, pencegahan merupakan suatu tahap dalam rangkaian sistem tersebut. Di dalam kebijakan yang dibuat akan mencakup pernyataan-pernyataan terkait kepatuhan terhadap Perundangan K3 yang relevan, peraturan yang berkaitan dan kriteria lain yang sifatnya penting, walau bukan aturan hukum, misal standarisasi.

Tinjauan awal Penerapan SMK3:
– Inventarisasi semua peraturan dan standar sesuai dengan operasi perusahaan.
– Inventarisasi pelaksanaan K3 yang telah dilakukan.
– Bandingkan apa yang telah dilaksanakan dengan ketentuan.
– Daftar kesenjangan antara ketentuan dan pelaksanaan.
– Bandingkan kondisi perusahaan dengan PERMENAKER Nomor 05/men/1996.
– Identifikasi sumber bahaya.
– Pemenuhan pengetahuan dan peraturan perundangan.
– Bandingkan dengan penerapan K3 yang lebih baik.
– Sebab akibat dari kejadian yang membahayakan.
– Efisiensi dan efektivitas sumber daya.

Pada penerapan SMK3, alat tinjauan awal yang dapat digunakan adalah
– Kuesioner
– Wawancara
– Kepustakaan
– Pemeriksaan dan pengukuran langsung
– Penilaian luar dan dalam
– Peninjauan ulang catatan
– Membandingkan kondisi perusahaan yang sejenis.

2. Prinsip 2 SMK3
Perencanaan yang dibuat perlu efektif dengan sasaran jelas dan dapat diukur, seperti berikut:
– Identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian.
– Peraturan perundangan dan syarat lain.
– Tujuan dan sasaran, yaitu dapat diukur, indikator pengukuran yang tepat, sasaran pencapaian dan Jangka waktu pencapaian.
– Indikator kinerja.
– Perencanaan awal dan kegiatan mencakup sistem pertanggungjawaban dan sarana, serta jangka waktu pencapaian.

Pada tahap perencanaan perlu memperhatikan kesenjangan antara keharusan dan pelaksanaan, bandingkan dengan best practice/ benchmarking, rumuskan tujuan dan sasaran, rumuskan indikator kinerja dan rumuskan program. Tidak lupa juga memperhatikan hal-hal berikut ini:
– Tanggung jawab manajemen terhadap K3 oleh Tim Ahli K3 Umum, manajemen dan seluruh karyawan.
– Identifikasi bahaya dan penilaian risiko.
– Pendokumentasian prosedur K3.
– Inspeksi K3 oleh TIm Ahli K3 Umum dan SMK3.
Pelatihan internal maupun eksternal baik dari seorang Ahli K3 Umum atau lembaga pelatihan.

3. Prinsip 3 SMK3
Dalam penerapannya perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
– Jaminan kemampuan yang meliputi sumber daya manusia dan dana, integrasi SMK3 dengan perusahaan, tanggung jawab dan tanggung gugat, konsultasi, motivasi dan kesadaran, pelatihan dan kompetensi.
– Kegiatan pendukung yang meliputi komunikasi, pelaporan, pendokumentasian, pengendalian dokumen, pencatatan dan manajemen informasi.
– Identifikasi bahaya atau penilaian dan pengendalian risiko yang meliputi perancangan dan rekayasa, administratif, kontrak, pembelian, prosedur keadaan darurat, insiden dan pemulihan keadaan darurat.
– Jaminan kemampuan yang meliputi kompetensi setiap tingkatan dan pekerjaan, sarana dan dana, prosedur memantau manfaat dan biaya integrasi, sistem manajemen perusahaan yang selaras dan seimbang, serta K3 tidak boleh dibaikan.
– Tanggung jawab dan tanggung gugat (responsibilty dan accountabily) yang meliputi langkah penetapan, dokumentasi dan mengkomunikasikannya, ada prosedur untuk memantau dan mengkomunikasikan dan reaksi cepat bila diperlukan.
– Pengurus yang meliputi tanggung jawab dalam memastikan penerapan yang sesuai dan mengenal kemampuan sumber daya manusia dan pendelegasiannya.
– Komunikasi 2 arah sangat penting untuk memberitahukan hasil peninjauan ulang SMK3, pemantauan dan audit, mengidentifikasi dan menerima informasi K3 yang diperlukan dari luar organisasi dan menjamin bahwa informasi yang berkaitan dapat disebarluaskan kepada orang di luar organisasi yang memerlukan.
– Pelaporan yang meliputi prosedur pelaporan internal, seperti pelaporan kejadian kecelakaan, pelaporan ketidak sesuaian, pelaporan kinerja K3 dan pelaporan identifikasi bahaya. Juga prosedur pelaporan eksternal, yaitu pelaporan yang dipersyaratkan peraturan perundangan dan pelaporan kepada pemegang saham.
– Dokumentasi yang terpelihara dengan adanya prosedur pembuatan dan penyimpanan serta personil yang berhak menerima, serta membuat intisari dokumentasi untuk membandingkan kebijakan, tujuan dan sasaran K3, menjelaskan cara mencapai tujuan K3, mendokumentasikan peranan, tanggung jawab dan prosedur inti, memberikan pengarahan bagi unsur sistem manajemen dan menunjukkan unsur sistem K3 yang sesuai dan telah dilaksanakan.
– Pelatihan dan kompetensi yang meliputi penggunaan standar kompetensi kerja yang telah dibuat, memeriksa uraian tugas dan jabatan, menganalisis tugas kerja, menganalisis hasil inspeksi dan audit, serta meninjau ulang laporan insiden baik internal maupun eksternal audit oleh Tim Ahli K3 Umum dan SMK3.

4. Prinsip 4 SMK3
Langkah Pengukuran Dan Evaluasi
– Inspeksi dan pengujian yang meliputi personil (keahlian dan pengalaman), catatan yang terpelihara dan tersedia, peralatan (metode untuk menjamin standar K3), perbaikan segera atas ketidaksesuaian, penyelidikan permasalahan insiden dan temuan yang dianalisis dan ditinjau ulang.
Audit SMK3 baik internal maupun eksternal audit oleh Tim Ahli K3 Umum dan SMK3.
– Perbaikan dan pencegahan.

5. Prinsip 5 SMK3
Tinjauan ulang dan peningkatan melingkupi hal-hal berikut ini:
– Evaluasi terhadap penerapan K3
– Tujuan dan sasaran kinerja K3
– Temuan audit
– Efektifitas penerapan, yaitu perubahan peraturan, tuntutan pihak terkait pasar, perubahan produk dan kegiatan, perubahan struktur organisasi, perkembangan IPTEK, pengalaman insiden, pelaporan dan umpan balik dari tenaga kerja.
.
.

Pelatihan Ahli K3 Umum Accelera Safety

Pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI Accelera Safety

.

Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi KEMNAKER RI Accelera Safety

.

Pelatihan Penerapan PP Nomor 50 Tahun 2012 Accelera Safety

.

Jasa Konsultan Penerapan SMK3 & Audit Internal Accelera Safety

Jasa Konsultan Penerapan SMK3 & Audit Internal Accelera Safety

Sertifikasi Ahli K3 Umum (AK3U) KEMNAKER RI

By | News & Article | No Comments

Sertifikasi Ahli K3 Umum (AK3U) KEMNAKER RI

Pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI merupakan pelatihan dan sertifikasi yang dimaksudkan untuk memperlengkapi tiap-tiap individu untuk memahami lingkup K3 secara umum baik bagi kepentingan individu tersebut maupun untuk keperluan perusahaan dalam membangun budaya K3 di tiap sisi Negera Indonesia.

Pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI ini tidak dimaksudkan untuk seseorang dapat dengan mudah untuk hanya sekedar mecari pekerjaan, walaupun memang salah satunya merupakan syarat bekerja di tiap industri untuk divisi HSE. Pemerintah juga memang mewajibkan untuk perusahaan memiliki setidak-tidaknya satu orang Ahli K3 Umum dan membentuk PPK3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut Permenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987 di perusahaan atau organisasi yang telah memiliki setidaknya seratus (100) karyawan atau jika perusahaan tersebut memiliki potensi bahaya yang besar. Hal ini pun semata-mata dibuat untuk membangun budaya K3 di tempat kerja yang besar harapannya menjadi budaya di tiap keluarga hingga skala nasional.

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, dengan majunya industrialisasi, mekanisasi, elektrifikasi dan modernisasi, maka dalam kebanyakan hal berlangsung pulalah peningkatan intensitas kerja operasional dan tempo kerja para pekerja. Hal-hal ini memerlukan pengerahan tenaga secara intensif pula dari para pekerja. Kelelahan, kurang perhatian akan hal-hal lain, kehilangan keseimbangan dan lain-lain merupakan akibat dari padanya dan menjadi sebab terjadinya kecelakaan. Bahan-bahan yang mengandung racun, mesin-mesin, alat-alat, pesawat-pesawat dan sebagainya yang serba pelik serta cara-cara kerja yang buruk, kekurangan ketrampilan dan latihan kerja, tidak adanya pengetahuan tentang sumber bahaya yang baru, senantiasa merupakan sumber-sumber bahaya dan penyakit-penyakit akibat kerja. Oleh sebab itu dapatlah difahami perlu adanya pengetahuan keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang maju dan tepat.

Selanjutnya dengan peraturan yang relevan akan dicapai keamanan yang baik dan realistis yang merupakan faktor sangat penting dalam memberikan rasa tentram, kegiatan dan kegairahan bekerja pada tenaga-kerja yang bersangkutan dan hal ini dapat meningkatkan mutu pekerjaan, meningkatkan produksi dan produktifitas kerja. Di sini kita dapat memahami bahwa keselatan dan kesehatan seseorang dalam bekerja adalah hal yang sangat penting karena keselamatan dan kesehatan kerja adalah hak asasi tiap orang.

Dari penjelasan di atas, dapatlah kita memahami pentingnya pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI ini. Hal ini berbicara tentang hal yang besar, lingkup yang menyeluruh, sehingga dapat menciptakan sistem integrasi yang lebih baik bagi banyak orang.

Adapun tujuan Pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI ini adalah untuk memperlengkapi seorang Ahli K3 Umum agar mampu:

  • Menjelaskan tugas, wewenang dan tanggung jawab Ahli K3 Umum
  • Menjelaskan hak pekerja dalam bidang K3
  • Menjelaskan kepada pengusaha bahwa upaya K3 menguntungkan bagi perusahaan
  • Menjelaskan tujuan sistem manajemen K3 (SMK3)
  • Menjelaskan sistem pelaporan kecelakaan
  • Menganalisa kasus kecelakaan, mengetahui faktor penyebabnya dan dapat menyiapkan laporan kecelakaan kepada pihak terkait
  • Mengenal P2K3, tugas, tanggung jawab dan wewenang organisasi ini
  • Mengenal pembinaan dan pengawasan K3 di tingkat perusahaan, Nasional dan Internasional
  • Mengidentifikasi objek Pengawasan K3
  • Mengetahui Persyaratan dan pemenuhan tehadap peraturan perundangan di tempat kerja
  • Mengetahui persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja
  • Mengetahui proses audit dan ruang lingkupnya untuk mengukur tingkat pencapaian

Ahli K3 umum di perusahaan dan di manapun dirinya berada merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah dalam mengawasi pekerjaan dan membangun budaya K3 agar sesuai dengan persyaratan perundang-undangan yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga dapat mengurangi risiko dan insiden, baik itu kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Setelah lulus dari sertifikasi ini individu akan memiliki wewenang yang telah diakui secara legal untuk menjadi Ahli K3 Umum di tempat kerjanya.

Untuk itu, mari segera daftarkan diri Anda untuk mengkuti Pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI dan selanjutnya Anda dapat mengambil pelatihan kompetensi spesialis bidang Audit SMK3 Sertifikasi KEMNAKER RI.

Pelatihan Ahli K3 Umum Accelera Safety

Pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI Accelera Safety

.

Pelatihan Auditor SMK3 Sertifikasi KEMNAKER RI Accelera Safety

 

Manajemen Risiko Di Perusahaan Atau Organisasi

By | News & Article | No Comments

Tujuan dari manajemen risiko adalah memberikan informasi berkaitan dengan kegiatan yang ada dalam manajemen risiko sesuai dengan tahapan-tahapannya yang dalam hal ini dapat diwakili oleh Tim Ahli K3 Umum dan SMK3.

Sasaran manajemen risiko adalah
1. Menjelaskan pengertian dari manajemen risiko.
2. Menyebutkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam manajemen risiko.
3. Melaksanakan kegiatan manajemen risiko di tempat kerja.
4. Mengendalikan risiko di tempat kerja dengan menggunakan prinsip manajemen risiko.

Secara umum manajemen risiko meliputi beberapa hal berikut ini:
1. SMK3 adalah suatu sistim manajemen dengan pendekatan berbasis pada manajemen/ pengendalian risiko.
2. Menerapkan SMK3 sama dengan mengurangi risiko di tempat kerja, yang mana biaya yang akan muncul akibat dari kecelakaan dan PAK, termasuk jamsostek, biaya medis, dan hilangnya produktifitas dapat dikurangi.
3. Banyak metode penilaian risiko (risk assesment) yang di kembangkan oleh berbagai organisasi/ perusahaan dan berbagai negara. Konsep terbaru penilaian risiko adalah ISO 31000.
4. Pada materi ini akan diberikan keterampilan melakukan penilaian risiko berdasarkan pada metode yang dikembangkan oleh Kemenakertrans yaitu Penilaian Risiko Lingkungan Kerja.

Pengertian istilah-istilah yang ada pada lingkup manajemen risiko, yaitu:
1. Aktifitas, yaitu proses atau sekumpulan proses yang dilakukan oleh suatu organisasi yang menghasilkan atau mendukung satu atau lebih produk atau jasa.
2. Identifikasi risiko (risk identification) yaitu proses untuk menemukan, mengenali dan mendeskripsikan risiko. Identifikasi risiko terdiri dari identifikasi sumber-sumber risiko, kejadian-kejadian, penyebab dan potensi konsekuensinya.
3. Identifikasi risiko dapat melibatkan data histori, analisis secara teori, opini ahli, dan kebutuhan stakeholders.
4. Kejadian (event) yaitu muncul atau berubahnya sekumpulan hal tertentu. Satu kejadian bisa berupa satu atau lebih kemunculan, dan bisa mempunyai beberapa sebab. Kejadian disebut juga sebagai insiden atau kecelakaan. Kejadian yang tidak mempunyai konsekuensi disebut sebagai ‘near miss’, ‘insident’, atau ‘close call’, ‘ hampir kena’.
5. Konsekuensi, yaitu hasil dari suatu kejadian yang berpengaruh pada tujuan berdasarkan ISO 31000:2015. Suatu kejadian dapat menyebabkan konsekuensi yang beragam. Konsekuensi dapat dinyatakan secara kualitatif atau kuantitatif. Konsekuensi bisa tertentu atau tidak-tentu dan dapat mempunyai efek positif atau negatif terhadap tujuan.
6. Penilaian risiko (risk analysis) yatiu proses memahami secara menyeluruh sifat dari risiko dan untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan ISO 31000:2015. Penilaian risiko termasuk dalam mengestimasi risiko.
7. Peluang (likelihood) yaitu kemungkinan terjadinya sesuatu berdasarkan ISO 31000. Peluang (likelihood) bisa subjektif atau objektif, kualitatif atau kuantitatif.
8. Rating risiko, yaitu notasi huruf yang mencerminkan risiko yang ada dalam satu kelompok pekerja, perusahaan, badan usaha atau lembaga.
9. Risiko, yaitu kombinasi dari konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut berdasarkan OHSAS 18001-2007. Akibat (efek) dari ketidakpastian terhadap tujuan berdasarkan ISO 31000:20015. Ketidakpastian adalah keadaan dimana kekurangan informasi terkait, pemahaman atau pengetahuan dari suatu kejadian, konsekuensinya atau kemungkinannya.
10. Hazard atau sumber risiko, yaitu sumber, situasi, atau tindakan yang berpotensi mencederai badan atau mengganggu kesehatan manusia berdasarkan OHSAS 18001-2007. Elemen yang dapat berdiri sendiri atau merupakan kombinasinya yang berpotensi untuk terjadinya risiko berdasarkan ISO 31000:2009.
11. Manajemen Risiko adalah penerapan secara sistematis dari kebijakan manajemen, prosedur dan akitivitas dalam kegiatan identifikasi bahaya, analisa, penilaian, penanganan dan pemantauan serta review (peninjauan ulang) terhadap risiko.

Siapakah yang melakukan penilaian risiko?
Penilaian risiko dapat dilakukan antara lain oleh:
1. Pengawas ketenagakerjaan,
2. Manager atau supervisor atau ahli K3 Umum atau Auditor SMK3 di perusahaan yang bersangkutan,
3. Pihak ketiga yang memahami memahami MSDS/Label/informasi tempat kerja.

Adapun kualifikasi yang melakukan penilaian risiko adalah mereka perlu memahami peraturan perundang-undangan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan memiliki keahlian di bidang K3 seperti Ahli K3 Umum dan Audit SMK3.

Pemantapan Konteks Manajemen Risiko:
Konteks Strategi, yaitu penilaian internal dan eksternal unit
Konteks Organisasi, yaitu penilaian terhadap manajemen dan organisasi yang mana manajemen terlibat dalam pengambilan keputusan, terkait dengan kebijakan organisasi secara keseluruhan dan terkait dengan alokasi sumber daya, seperti personil, finansial, dan lain-lain.
Konteks Pengelolaan Risiko , yaitu penilaian terhadap ruang lingkup yg lebih besar hingga pemerintah.

Identifikasi Bahaya
Tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko di mana kita melakukan identifikasi bahaya yang terdapat dalam suatu kegiatan atau proses. Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai sebagai panduan:
1. Apakah ada sumber untuk menimbulkan cidera/loss?
2. Target apa saja yang terkena/terpengaruh bahaya?
3. Bagaimana mekanisme cidera/loss dapat timbul?

Pertanyaan lainnya adalah apakah ada sumber untuk menimbulkan cidera? Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari:
1. Bahan / material
2. Alat/mesin
3. Metode kerja
4. Lingkungan kerja

Jenis-Jenis Bahaya dan Risiko:
1. Fisika, seperti bising, radiasi, laser, cahaya dan lain-lain.
2. Kimia, seperti bahan-bahan kimia, limbah B3 dan lain-lain.
3. Ergonomi, seperti sistem kerja, angkat barang dan lain-lain.
4. Psikososial, seperti stress, kerja shift dan lain-lain.
5. Biologi, seperti serangga, bakteri, virus dan lain-lain.

Identifikasi Bahaya
Terget yang mungkin terkena atau terpengaruh sumber bahaya:
1. Manusia
2. Produk
3. Peralatan atau fasilitas
4. Lingkungan
5. Proses
6. Reputasi
7. Manusia
8. Dan target lainnya.

Teknik Identifikasi Bahaya
Banyak alat bantu yang dapat digunakan oleh Ahli K3 Umum dan Auditor SMK3 atau yang diberi kewenangan untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Beberapa metode atau teknik tersebut adalah
1. Inspeksi
2. Pemantauan/survey
3. Audit
4. Kuesioner
5. Data-data statistik

Analisa dan Penilaian Risiko
Peluang (probability) yaitu kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan/kerugian ketika terpajan dengan suatu bahaya, seperti:
1. Peluang orang jatuh karena melewati jalan licin.
2. Peluang untuk tertusuk jarum.
3. Peluang tersengat listrik.
4. Peluang supir menabrak.

Langkah-Langkah Penilaian Risiko:
1. Langkah 1: Menemukan bahaya.
2. Langkah 2: Menentukan siapa yang bakal terkena risiko dan bagaimana.
3. Langkah 3: Melakukan evaluasi risiko dan menetapkan apakah kehati-hatian yang dilakukan sudah memadai atau harus lebih ketat lagi.
4. Langkah 4: Mencatat penemuan.
5. Langkah 5: Tinjau ulang penilaian dan perbaiki jika perlu.

Analisa dan Penilaian Risiko
Akibat (consequences) yaitu tingkat keparahan atau kerugian yang mungkin terjadi dari suatu kecelakaan/loss akibat bahaya yang ada. Hal ini bisa terkait dengan manusia, properti, proses, lingkungan dan lain-lain.
Contoh: Fatality atau kematian, cacat, perawatan medis dan P3K.

Acuan Dalam Penilaian Risiko
Agar penilaian yang kita lakukan seobyektif mungkin yang dalam hal ini dapat diwakili oleh Tim Ahli K3 Umum dan Audit SMK3, maka perlu mengumpulkan informasi sebelum menilai resiko dari suatu akitifitas seperti berikut:
1. Informasi tentang suatu aktifitas (durasi, frekuensi, lokasi dan siapa yang melakukan)
2. Tindakan pengendalian risiko yang telah ada
3. Peralatan/mesin yang digunakan untuk melakukan aktifitas
4. Bahan yang dipakai serta sifat-sifatnya (MSDS)
5. Data statistik kecelakaan/penyakit akibat kerja (internal dan eksternal)
6. Hasil studi dan survey ataua pemantauan
7. Literatur
8. Benchmark pada industri sejenis
9. Penilaian pihak spesiality/tenaga ahli dan lain-lain

Analisa Risiko
Ada tiga cara dalam penilaian risiko, yaitu:
1. Kualitatif
Metode ini menganalisa dan menilai suatu risiko dengan cara membandingkan terhadap suatu diskripsi atau uraian dari parameter (peluang dan akibat) yang digunakan. Umumnya metode matriks yang akan dipakai.

2. Semi kuantitatif (contoh: pembobotan atau rangking)
Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan analisa kualitatif, perbedaannya pada metode ini uraian atau deskripsi dari parameter yang ada dinyatakan dengan nilai atau skor tertentu.

3. Kuantitatif
Metode ini dilakukan dengan menentukan nilai dari masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa data-data yang representatif. Analisa terhadap nilai peluang atau akibat dilakukan dengan beberapa metode seperti analisa statistik, model komputer, simulasi, fault tree analysis dan lain-lain, tergantung pada derajat risiko, sumberdaya yang tersedia untuk penilaian dan keakuratan data yang tersedia.

Penanganan Risiko
Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan apakah risiko tersebut masih bisa diterima (acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh suatu perusahaan atau organisasi. Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima, maka organisasi yang dalam hal ini dapat diwakili oleh Tim Ahli K3 Umum dan SMK3 harus menetapkan bagaimana risiko tersebut ditangani hingga tingkat di mana risikonya paling minimum atau sekecil mungkin. Bila risiko mudah dapat diterima atau ditolerir, maka organisasi perlu memastikan bahwa monitoring terus dilakukan terhadap risiko itu.

Risiko yang Bisa Diterima
Menentukan suatu risiko yang dapat diterima akan tergantung kepada penilaian atau pertimbangan dari suatu organisasi berdasarkan:
1. Tindakan pengendalian yang telah ada
2. Sumber daya (finansial, sumber daya manusia, fasilitas dan lain-lain)
3. Regulasi atau standard yang berlaku
4. Rencana keadaan darurat
5. Catatan atau data kecelakaan terdahulu dan lain-lain.
Catatan: walau suatu risiko masih dapat diterima tapi tetap harus dipantau atau dimonitor.

Penanganan Risiko
Bila suatu risiko tidak dapat diterima, maka harus dilakukan upaya penanganan risiko agar tidak menimbulkan kecelakaan atau kerugian. Bentuk tindakan penanganan risiko dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Hindari risiko
2. Kurangi atau meminimalkan risiko
3. Transfer risiko
4. Terima risiko

Hirarki Pengendalian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Eliminasi
Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya

2. Substitusi
– Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pasta
– Proses menyapu diganti dengan vakum
– Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen
– Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan

3. Rekayasa Teknik
– Pemasangan alat pelindung mesin (mechin guarding)
– Pemasangan general dan local ventilation
– Pemasangan alat sensor otomatis

4. Pengendalian Administratif
– Pemisahan lokasi
– Pergantian shift kerja
– Pembentukan sistem kerja
Pelatihan karyawan
– Alat Pelindung Diri
– Helmet
– Safety Shoes
– Ear plug/muff
– Safety goggles
– Masker
– Breathing apparatus dan lain-lain

Pemantauan dan Tinjauan Ulang
Setelah rencana tindakan pengendalian risiko dilakukan, maka selanjutnya perlu dipantau dan ditinjau ulang apakah tindakan tersebut sudah efektif atau belum. Bentuk pemantauan antara lain:
1. Inspeksi dan safety patrol
2. Pemantauan lingkungan kerja dan LH
3. Near miss report
4. Accident report
5. Pemeriksaan kesehatan
6. Audit

Pemantauan dan tinjauan ulang harus dilakukan karena akan selalu ada potensi hazard yang baru untuk setiap tempat kerja, hazard ini dapat disebabkan oleh:
1. Penggunaan teknologi, peralatan atau bahan-bahan dan produk baru.
2. Penerapan dari metode atau prosedur kerja baru (SOP baru)
3. Perubahan lingkungan kerja (perpindahan ke kantor yang berbeda, pengurangan staff, mutasi, rotasi , shift dan lain-lain.
4. Perubahan organisasi atau manajemen.
5. Mempekerjakan staff baru dengan tingkat kemampuan dan pengetahuan yang berbeda.

Pelatihan-Pelatihan Manajemen Risiko di PJK3 Accelera Safety:

Integrated Management System Accelera Safety

.

Auditor SMK3 KEMNAKER RI Accelera Safety

.

Ahli K3 Umum Bonus 5 Sertifikat Kompetensi Accelera Safety

.

Penerapan PP 50 SMK3 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Accelera Safety

.

5R/5S Kaizen Accelera Safety

Langkah-Langkah Analisa Kecelakaan Kerja dan Laporannya

By | News & Article | No Comments

Adapun langkah-langkah analisa kecelakaan kerja yang dalam hal ini dapat diwakili oleh Tim Ahli K3 Umum dan SMK3, sebagai berikut:
1. Tanggap terhadap keadaan darurat dengan cepat dan positif segera ambil langkah pengamanan dan pengendalian di tempat kerja.
2. Kumpulkan informasi yang terkait.
3. Analisa semua fakta yang penting.
4. Kembangkan dan ambil tindakan perbaikan/pengendalian.
5. Membuat laporan analisis.

Hasil analisa kecelakaan kerja adalah
1. Pengelompokan Kecelakaan yang dalam hal ini dapat diwakili oleh Tim Ahli K3 Umum dan SMK3
– Pengelompokan tingkat keparahan kecelakaan (mati, luka berat, luka Ringan)
– Luka Berat yaitu luka yang mengakibatkan cacat tetap, seperti kehilangan atau tidak berfungsinya salah satu atau beberapa organ tubuh atau gangguan jiwa.
– Luka Ringan yaitu luka yang memerlukan perawatan medis sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan tidak lebih dari satu hari.
– Pengelompokan daerah kerja
2. Sasaran Statistik Kecelakaan
– Mengetahui pandangan menyeluruh angka kecelakaan dari waktu ke waktu digunakan ukuran statistik kecelakaan yang umumnya terbagi dalam FR (Frequensi Rate) dan SR (Saverity Rate).

Parameter analisa kecelakaan bertujuan sebagai berikut:
1. FR bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus kecelakaan per 1.000.000 jam kerja orang produktif.
2. SR bertujuan untuk mengetahui tingkat keparahan/ kerugian akibat kecelakaan bagi perusahaan yang dikonversikan dalam jumlah hari yang hilang per 1.000.000 jam kerja orang produktif.
3. FR & SR sebagai tolok ukur kinerja K3 dengan melihat kecenderungan kedua angka tersebut
4. Angka 1.000.000 berarti jam kerja orang standar dengan perhitungan sesuai ILO, yaitu 50 minggu dikalikan 40 jam untuk setiap 500 orang TK.
5. Jumlah jam kerja orang didapatkan dari: (Jumlah TK dikalikan (x) hari kerja dikalikan (x) delapan jam) – hari kerja hilang dikalikan (x) 8 jam.
6. Jumlah hari kerja orang yang hilang adalah penjumlahan dari cuti, sakit, mangkir dan kecelakaan.
7. Perhitungan karena kecelakaan adalah sesuai konversi hari kerja hilang karena cacat anatomis atau cacat fungsi dan kematian akibat kecelakaan kerja atau untuk setiap luka ringan dengan tidak ada amputasi tulang kerugian hari kerja adalah sebesar jumlah hari sesungguhnya selama korban tidak mampu bekerja sesuai Lampiran II Keputusan Direktur Nomor Kep.84/BW/1998.

Laporan Pemeriksaan dan Pengkajian Kecelakaan:
1. Data umum:
– Identitas Perusahaan
– Informasi Kecelakaan
– Keterangan Lain

2. Data korban:
– Jumlah
– Nama
– Akibat kecelakaan
– Bagian Tubuh yang cidera

3. Fakta yang didapat:
– Kondisi yang berbahaya (kondisi tidak aman secara mekanik maupun fisik)
– Tindakan yang berbahaya (tindakan yang menyimpang dari prosedur)

4. Uraian terjadinya kecelakaan:
– Kronologis kejadian kecelakaan dari saksi yang ada atau kemungkinan terjadinya kecelakaan secara logika sesuai cara kerja.
– Hal-hal yang dapat mempengaruhi korban dalam melakukan pekerjaannya; misal: sakit, sters dan lain-lain.
– Mengungkapkan kejadian sesaat sebelum, saat terjadi, sesaat setelah kejadian kecelakaan (Sequent /rentetan kejadian)

5. Sumber kecelakaan:
– Pilihlah benda, bahan, zat atau pemapar lainnya yang tidak aman di tempat kejadian perkara (tempat kejadian perkara (TKP))
– Pilihlah benda/ zat/ alat yang kontak langsung dengan korban

6. Tipe kecelakaan dilihat berdasarkan proses terjadi hubungan kontak sumber kecelakaan dengan luka atau sakit yang diderita korban.

7. Penyebab kecelakaan yaitu dengan menganalisa dan menemukan tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman

8. Syarat-syarat yang diberikan adalah ekonomis, dapat dilakukan/dikerjakan, efektif dalam mencegah kecelakaan dan tidak mengganggu proses produksi.

9. Tindakan lebih lanjut adalah rekomendasi, tindakan berkaitan dengan jaminan sosial, penyelidikan/penyidikan dan pembinaan.

10. Hal-hal lain yang perlu dilaporkan adalah tindakan yang telah diambil oleh pihak manajemen, dampak terhadap lingkungan, peralatan atau tenaga kerja dan lain-lain.

Pelatihan Ahli K3 Umum (AK3U) Sertifikasi Kemnaker RI Accelera Safety

.

Auditor SMK3 KEMNAKER RI 2019 Accelera Safety

error: Content is protected !!
WhatsApp chat