fbpx
was successfully added to your cart.
All Posts By

accpelatihan accpelatihan

Paket Webinar Series COVID-19 Accelera Safety MJPRO

Paket Webinar Series COVID-19 Accelera Safety MJPRO

By | Accelera Safety | 126 Comments

Saatnya praktik dan pakemkan kompetensi K3 dan manajemen pribadi maupun perusahaan kita. Sudah cukup sikap wait and see, itu tidak cukup. Kita harus hidup dan berhasil!

Sudah waktunya untuk menggerakkan mesin perusahaan namun tetap sehat bebas virus. Covid-19 telah banyak melatih dan mengajarkan kita untuk benar-benar memiliki skill, attitude & knowledge a.k.a compentency yang sesungguhnya ketimbang hanya mengumpulkan sertifikat.

Ayo praktik bersama kami dalam Paket Series Pelatihan dan Bimbingan Praktikal. Materi dan Instruktur dalam pelatihan dan bimbingan praktik kami telah teruji di industri manufaktur dan rumah sakit lebih dari 30 tahun dengan menduduki posisi strategis di bidang dan perusahaannya masing-masing. Bergandengan tangan kita hidup sehat walau berdampingan dengan COVID-19 dan mari terus kembangkan semangat produktivitas dan peningkatan ekonomi. Kita dan perusahaan kita adalah pahlawan ekonomi Indonesia!

Salam sukses,
Accelera Safety MJPRO

K3 RS Accelera safety MJPRO

PENERAPAN K3 DI RUMAH SAKIT, KLINIK DAN PUSKESMAS

By | News & Article | 662 Comments

Apakah K3 itu? K3 atau keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya untuk memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan bagi tenaga kerja melalui pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang berlandaskan pada identifikasi dan pengendalian bahaya di tempat kerja, yang digemakan melalui promosi kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi. Berdasarkan sumber informasi WHO pada tahun 1995, menagatakan bahwa kesehatan kerja bertujuan untuk peningkatan dan pemeliharaan derajat kesehatan fisik, mental dan sosial yang setinggi-tingginya bagi semua jenis pekerjaan di segala aspek, termasuk di klinik, rumah sakit dan Puskesmas. Pekerjaan dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan bagi tenaga kerja/tenaga kesehatan dan risiko pekerjaan masuk dalam sepuluh urutan terbanyak penyebab penyakit dan kematian. Di rumah sakit, Puskesmas dan klinik yang merupakan tempat pengobatan bagi berbagai individu dengan berbagai macam penyakit menjadi tempat yang memiliki tingkat risiko penyakit dan kecelakaan akhibat kerja yang tinggi. Salah satu bentuk promosi dan memperlengkapi tenaga kesehatan mengenai K3 di rumah sakit adalah dengan memberikan sosialisasi rutin dan Pelatihan K3 Rumah Sakit yang memiliki stadar nasional, dalam hal ini perlu adanya sertifikasi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, seperti salah satunya Kementerian Ketenagakerjaan (KEMNAKER RI).

Beberapa isu penting yang penting untuk diperhatikan dan segera mendapat tindak lanjut yang serius adalah keselamatan dana kesehatan pasien dan pengunjung, petugas kesehatan, aspek keamanan bangunan dan kesehatan lingkungan. Promosi tentang kesehatan perlu terus ditingkatkan tidak hanya bagi pasien dan pengunjung, tetapi juga bagi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit, klinik, Puskesmas dan organisasi lainnya yang berhubungan dengan kesehatan seorang individu. Bagi tenaga kesehatan, sangatlah perlu dilakukan pemeriksaan untuk tiga aspek yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan pemeriksaan kesehatan khusus.

Step SMK3 RS Accelera Safety MJPRO

Gambar 1. Langkah-Langkah Penerapan SMK3

Sama halnya dengan tindakan pemeriksaan bagi pasien, hal-hal berikut ini juga berlaku bagi tenaga kerja/tenaga kesehatan, yaitu:
Suatu proses pelayanan pasien yang aman terdiri dari:
1. Asesmen risiko
2. Identifikasi dan manajemen risiko
3. Pelaporan dan analisis insiden
4. Tindak lanjut dan solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko

Faktor Bahaya K3 RS Accelera Safety MJPRO

Gambar 2. Faktor Bahaya K3 Di Rumah Sakit

Pada prinsipnya, penerapan K3 di rumah sakit, klinik dan Puskesmas terdiri dari:
1. Bagi rumah sakit: meningkatkan mutu pelayanan dan mempertahankan kelangsungan operasional rumah sakit dan meningkatkan citra rumah sakit.
2. Bagi karyawan rumah sakit: melindungi karyawan dari Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK)
3. Bagi pasien dan pengunjung: mutu layanan yang baik dan kepuasan pasien dan pengunjung

Pada dasarnya dapat disimpulkan bahwa SMK3 di rumah sakit, klinik dan Puskesmas wajib memperhatikan lingkungan kerja aman, sehat dan nyaman baik bagi tenaga kerja, pasien, pengunjung ataupun masyarakat di sekitar rumah sakit, klinik, Puskesmas, laboratorium dan tempat-tempat kesehatan lainnya. Pengelolaan K3 di rumah sakit, klinik dan Puskesmas dapat berjalan dengan baik bila ada komitmen pimpinan puncak atau Direktur. Perlu pemahaman, kesadaran dan perhatian yang penuh dari segala pihak yang terlibat di rumah sakit, klinik dan Puskesmas, sehingga apa yang diharapkan terkait aspek-aspek K3 tersebut dapat tercapai.

K3 Rumah Sakit Accelera Safety MJPRO 2020

MENGAPA SERTIFIKASI K3 RUMAH SAKIT?

By | News & Article | 4 Comments

Maksud dari Pembinaan K3 Rumah Sakit dimaksudkan untuk mewujudkan tingkat kesehatan masyarakat yang optimal, sehingga kebutuhan masyarakat akan pelayanan dan bekal kesehatan yang baik, aman, bermutu dan terjangkau oleh seluruh masyarakat dapat terpenuhi. Hal ini dimaksudkan juga untuk melindungi masyarakat terhadap segala kemungkinan akan kejadian yang bisa menimbulkan gangguan dan atau bahaya terhadap kesehatan dan memberikan kemudahan dalam rangka menunjang peningkatan upaya kesehatan, serta meningkatkan mutu pengabdian tenaga kesehatan.

Oleh karena kesehatan masyarakat menjadi prioritas penting dalam skala nasional, maka pemerintah dalam hal ini sebagai payung utama negara dalam mewujudnyatakan kesejahteraan masyarakat, melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan upaya kesehatan, baik yang dilakukan oleh pemerintah, lembaga swasta maupun masyarakat. Permerintah berwenang mengambil tindakan administratif terhadap tenaga kesehatan dan sarana kesehtan yang melakukan pelanggaran terhadap koridor terkait kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik dalam Undang-Undang tentang kesehatan, Peraturan Menteri dan dokumen negara lainnya.

Pelatihan K3 Rumah Sakit Sertifikati Kementerian Ketenagakerjaan RI juga dimaksudkan unutk mencapai tujuan pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat sebagimana yang dimaksud di atas. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi bagi oragnaisasi rumah sakit dan tenaga kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas baik dari sisi sarana dan prasarana kesehatan dalam hal ini rumah sakit, klinik dan Puskesmas, maupun juga untuk meningkatakan kompetensi individu tenaga kesehatan di Indonesia. Bagi organisasi kesehatan maupun tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikasi rumah sakit tentu memiliki nilai jual lebih, ada tingkat kepercayaan lebih yang terbangun di benak masyarakat karena sudah adanya standar yang lebih baik yang dimiliki.

Di dalam Pelatihan K3 Rumah Sakit Sertifikasi KEMNAKER RI ini mencakup semua lingkup kesehatan di rumah sakit, klinik maupun Puskesmas. Salah satu poin penting dan utama yang sangat perlu dibahas dan dikuasai adalah sumber daya kesehatan itu sendiri. Sumber daya kesehatan merupakan semua perangkat keras maupun perangkat lunak yang diperlukan sebagai pendukung penyelenggaraan upaya kesehatan yang meliputi tenaga kesehatan, sarana kesehatan, perbekalan kesehatan, pembiayaan kesehatan, pengelolaan kesehatan, penelitian dan pengembangan kesehatan. Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian atau kewenangannya. Tenaga kesehatan memiliki hak untuk memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesi yang dimilikinya. Sarana kesehatan meliputi balai pengobatan, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit umum, rumah sakit khusus, praktik dokter, praktik dokter gigi, prkatik dokter spesialis, praktik dokter gigi spesialis, praktik bidan toko obat, apotik, pedagang besar farmasi, pabri obat dan bahan obat, laboratorium, sekolah dan akademi kesehatan, balai pelatihan kesehatan dan sarana kesehatan lainnya.

Oleh sebab penjelasan di atas ini, maka sangatlah penting bagi rumah sakit atau individu tenaga kesehatan atau pekerja lainnya yang bekerja di sarana kesehatan untuk ikut dalam Pelatihan K3 Rumah Sakit Sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan RI. Untuk mendukung terciptanya tujuan kesehatan masyarakat yang baik, maka PJK3 Accelera Safety (PT Mitra Jaya Profita) menyelenggarakan Pelatihan K3 Rumah Sakit Sertifikasi KEMNAKER RI dengn harga yang sangat terjangkau dengan kualitas dan manfaat lebih yang sangat baik sesuai standar pemerintah. Ini merupakan komitmen kami dalam membangun budaya K3 di seluruh lingkungan kerja di Indonesia.

K3 RS 2020 FB Accelera Safety MJPRO

PRINSIP PENERAPAN K3 DI RUMAH SAKIT

By | News & Article | 667 Comments

Rumah sakit, selain menjadi tempat perawatan bagi orang-orang memerlukan tindakan medis juga menjadi tempat berkegiatan atau bekerja bagi para tenaga kesehatan yang dalam setiap kegiatannya wajib menyediakan fasilitas dan kondisi yang aman, berfungsi dan mendukung bagi pasien, keluarga, pekerja dan pengunjung. Dalam mencapai tujuan tersebut, maka fasilitas yang bersifat fisik, segala peraltan medis, hingga peralatan dan perlengkapan lainnya harus dikelola dan dirawat secara maksimal dan efektif. Dalam hal ini secara khusus manajemen rumah sakit sangat perlu berupaya keras untuk mengurangi dan mengendalikan bahaya dan risiko, mencegah terjadinya kecelakaan dan cidera, serta menciptakan dan mempertahankan kondisi yang aman dan selamat.

Manajemen rumah sakit yang efektif dan efisien mampu melibatkan multi-disiplin ilmu dalam perencanaan, pendidikan dan pemantauan untuk mencapai tujuannya. Dari pimpinan rumah sakit merencanakan ruangan, peralatan, sumber daya dan fasilitas penunjuang lainnya yang bersifat aman dan efektif yang dibutuhkan rumah sakit untuk menunjang pelayanan klinis yang diberikan. Tidak hanya pimpinan, seluruh staf dipersiapkan secara fisik dan mental tentang fasilitas, cara menangani dan mengurangi risiko, serta cara bagaimana memonitor dan melaporkan situasi yang dapat menimbulkan risiko. Kriteria atau parameter kinerja digunakan untuk mengevaluasi sistem yang penting dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan demi mencapai tujuan rumah sakit yang sesungguhnya.

Oleh sebab penjelasan di atas, maka keselamatan dan kesehatan kerja, terlebih khusus kesehatan kerja di rumah sakit sudahlah semestinya menjadi parameter utama yang perlu segera diterapkan dan di manajemen dengan maksimal dan efektif. Sangatlah penting untuk pimpinan hingga seluruh tenaga kesahatan maupun pekerja memiliki komitmen yang tinggi dalam hal ini. K3 bukanlah hal sepele di dalam kehidupan suatu organisasi, terlebih lagi rumah sakit. K3 Rumah Sakit merupakan faktor penting yang sifatnya perlu segera diterapkan.

Di dalam pelaksanaannya, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di rumah sakit perlu dibuatkan sistem manajemen yang baik agar menjadi suatu rangkain atau jahitan yang tersistematis dan terlaksana secara maksimal. Sistem Manajemen K3 Rumah Sakit (SMK3RS) meliputi penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan rencana, pemantauan (monitoring) dan evaluasi kinerja dan peninjauan serta peningkatan kinerja K3 Rumah Sakit. Semua parameter-parameter K3 ini wajib dituangkan dalam dokumen tertulis dengan dukungan keputusan kepala atau direktur di suatu rumah sakit dengan kebijakan K3 rumah sakit yang meliputi penetapan kebijakan dan tujuan dari program K3, penetepan organisasi K3 dan penetapan dukungan pendanaan, sarana dan prasarananya.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman, kesadaran, kemampuan dan keterampilan, pertama-tama bagi pelaksana K3 di rumah sakit dan individu lainnya yang terkait, termasuk pengunjung, maka perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan yang memliki standar yang baik terkait K3 Rumah Skait (K3 RS) bagi sumber daya tenaga kesehatan, terutama sumber daya K3 RS. Setelah diperlengkapi dengan pengetahuan K3 Rumah Sakit, makan gaung K3 ini perlu terus digemakan di lingkungan rumah sakit, baik berupa sosialisasi, promosi suara maupun tulisan dan upaya-upaya lain yang efektif dan efisien. Selain itu, pencatatan dan pelaporan penyelenggaraan K3 Rumah Sakit dilakukan secara terintegrasi dengan sistem informasi manajemen yang baik di rumah sakit. Pencatatan dan pelaporan yang dimaksudkan tersebut dapat dilakukan secara bulanan maupun tahunan.

Adapun pencatatan dan pelaporan yang dimaksudkan tersebut, dalam hal ini yang sifatnya bulanan meliputi insiden penyakit menular, insiden penyakit tidak menular, insiden kecelakaan akhibat kerja (KAK) dan insiden penyakit akhibat kerja (PAK). Sedangkan pencatatan dan pelaporan K3 Rumah Sakit yang sifatnya tahunan meliputi penyelenggaraan kegiatan K3 Rumah Sakit (K3 RS) yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun.

Semua prinsip atau parameter yang tertuang dalam artikel ini telah dirangkum dalam Pelatihan K3 Rumah Sakit Sertifikasi Kemneterian Ketenagakerjaan RI yang dilaksanakan oleh PJK3 Accelera Safety – PT Mitra Jaya Profita, yang mana pelatihan ini berlangsung selama empat hari dengan mengutamakan praktik lapangan yang dapat membantu tiap peserta untuk dapat memahami K3 Rumah Sakit secara menyeluruh.

Spanduk K3 RS Accelera Safety MJPRO

Upaya-Upaya Kesehatan Bagi Masyarakat

By | News & Article | 675 Comments

Dalam mewujudnyatakankan tingkat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, yang mana kita tahu bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hak asasi manusia (HAM), maka perlu dilakukan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh PJK3 Accelera Safety – PT Mitra Jaya Profita melalui Pelatihan K3 Rumah Sakit Sertifikasi KEMNAKER RI.

Rumah sakit adalah tempat kerja yang mempunyai risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan bagi tenaga kesehatan maupun individu-individu lain, baik di dalam maupun di sekitar rumah sakit, seperti pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan yang berada di sekitar rumah sakit. Oleh sebab itu, pengelolaan dan pengendalian risiko yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit sangat penting untuk diselenggarakan di wilayah rumah sakit agar dpaat tercipta kondisi rumah sakit dan sekelilingnya yang sehat, aman, selamat dan nyaman.

Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari pekerja atau tenaga kesehatan tidak terkecuali di rumah sakit maupun perkantoran akan berhadapan dengan risiko bahaya di tempat kerjanya. Risiko yang dihadapi tentu sangat bervariasi, yaitu mulai dari yang paling ringan hingga yang paling berat, yang mana tergantung dari jenis pekerjaan si tenaga kesehatan tersebut. Ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan sehubungan dengan pelaksanaan K3 di rumah sakit, di mana pada dasarnya harus memperhatikan dua aspek, yaitu di dalam dan luar ruangan. Berikut uraian kedua aspek tersebut:
– Konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanaannya.
– Jaringan elektrik dan komunikasi
– Kualitas udara
– Kualitas pencahayaan
– Kebisingan
– Display unit (tata ruang dan alat)
– Hygiene dan sanitasi
– Psikososial
– Pemeliharaan
– penggunaan komputer

Kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK) adalah risiko yang harus diamati dan dianalisis. Hasil analisa risiko berupa data dan informasi digunakan sebagai umpan balik dan dikomunikasikan untuk kepentingan pengambilan keputusan. KAK dan PAK merupakan akibat dari suatu tindakan atau perilaku yang tidak aman terkait keberadaan potensi sumber bahaya (hazard) dan lingkungan kerja. Analisis risiko dapat dilakukan melalui observasi mendalam dan observasi partisipan, dengan bantuan alat ukur checklist atau kuisioner. Keluaran dari konsep ini adalah perilaku selamat dan sehat yang dinilai dalam rentang waktu tertentu disebut sebagai performansi K3. Dampak dari peningkatan performansi kerja adalah pelayanan pelanggan, keselamatan pasien dan produktivitas kerja rumah sakit menjadi lebih berkualitas. (Ketut Ima Ismara)

Oleh sebab itu, sangatlah perlu diselenggarakan upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992, Pasal 10 tentang kesehtan, yang mana dilaksanakan melalui kegiatan:
– Kesehatan keluarga;
– Perbaikan gizi;
– Pengamanan makanan dan minuman;
– Kesehatan lingkungan;
Kesehatan kerja;
– Kesehatan jiwa;
– Pemberantasan penyakit;
– Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan;
– Penyuluhan kesehatan masyarakat;
– Pengamanan ketersediaan farmasi dan alat kesehatan;
– Pengamanan zat adiktif;
– Kesehatan sekolah;
– Kesehatan olahraga;
– Pengobatan tradisional;
– kesehatan mata.

Penyelenggaraan upaya-upaya di atas didukung dan dipelopori oleh sumber daya kesehatan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi lebih mendalam tentang kesehatan yang terangkum dalam Sistem Manajemen K3 (SMK3)

K3 Rumah Sakit Accelera Safety MJPRO 2020

Sertifikasi K3 Rumah Sakit Oleh PJK3 Accelera Safety MJPRO

By | News & Article

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Pasal 3 bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal, maka PJK3 Accelera Safety (PT Mitra Jaya Profita) dengan Nomor SKP KEP. 389/BINWASK3-PNK3/KK/IV/2019 terus berkomitmen untuk membangun budaya K3 di kalangan tenaga kesehatan baik di rumah sakit, klinik, PUSKESMAS dan di seluruh tempat kerja lainnya. Pada Tanggal 23 -25 Januari 2020 lalu, telah berhasil dilaksanakan Sertifikasi KEMNAKER RI K3 Rumah Sakit di Yogyakarta, yang mana sertifikasi tersebut berpeserta dari banyak latar belakang tempat kerja, baik klinik maupun rumah sakit dari berbagai wilayah di Indonesia.

Mengapa perlu mengikuti sertifikasi ini? Karena setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal dan Pasal 3Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal dan setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perseorangan, keluarga dan lingkungannya.

Adapun materi yang dipelajari pada Sertifikasi KEMNAKER RI K3 Rumah Sakit ini adalah
Pre test
– Peraturan Perundangan dan Dasar K3 di Rumah Sakit
– Pelayanan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit
– Infeksi Nosokomial
– Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja serta Cara Pelaporannya
– Pengelolaan Prasarana dan Sarana di Rumah Sakit dari Aspek K3
– K3 Laboratorium dan K3 Radiologi di Rumah Sakit
– Pengelolaan Peralatan Medis dari Aspek K3
– Keselamatan dan Keamanan di Rumah Sakit
– Pengelolaan B3 dari Aspek K3 dan Sanitasi Penanganan Limbah Medis di Rumah Sakit
– Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran di Rumah Sakit
– Kesiapsiagaan menghadapi Kondisi Darurat atau Bencana di Rumah Sakit
– Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Rumah Sakit
– Manajemen Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit
– Praktek Kunjungan Lapangan (PKL) dan Laporan
– Evaluasi dan Ujian

Rumah Sakit selain bertujuan menjadi tempat tempat proses kesembuhan bagi orang yang membutuhkan perawatan dengan bermacam-macam penyakit yang dideritanya, juga melingkupi banyak aspek dalam mencapai tujuannya. Rumah sakit sudahlah semestinya memeliki Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang melingkupi baik secara kesehatan kerja bagi tenaga kerjanya dan keamanan bagi seluruh individu yang berada di rumah sakit, baik dari sisi kegawatdaruratan, penanggulangan bencana alam, penanggulangan kebakaran, pengelolaan limbah, perawatan peralatan medis dan sistem kerja yang benar. Untuk itulah pentingnya Pelatihan K3 Rumah Sakit Sertifikasi KEMNAKER RI ini. Oleh sebab itu, bagi seluruh tenaga kesehatan bersegeralah daftarkan diri Anda di sertifikasi ini.

Untuk melihat bagaimana kegiatan Sertifikasi K3 Rumah Sakit yang diselenggarakan oleh PJK3 Accelera Safety – PT Mitra Jaya Profita, silakan klik tautan Facebook kami di bawah ini.
Pelatihan & Sertifikasi KEMNAKER RI K3 Rumah Sakit

 

Salam Kesehatan Kerja!

K3 Rumah Sakit Accelera Safety MJPRO 2020 Yogyakarta

Apakah Sertifikasi K3 Rumah Sakit KEMNAKER RI Itu?

By | News & Article | 648 Comments

Apakah keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit atau yang sering kita sebut dengan sebutan K3 Rumah Sakit itu?

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kita perlu menyadari bahwa rumah sakit juga merupakan tempat kerja bagi tenaga kerja rumah sakit. selain memperhatikan kesehatan pasien sebagaimana tujuan utama dari rumah sakit itu sendiri, perlu juga diperhatikan kesehatan para pekerja rumah sakit, baik itu dokter, suster, mantri, paramedis, dan karyawan tetap lainnya, namun juga termasuk di dalamnya adalah pekerja yang bersifat non karyawan rumah sakit, seperti tenaga kerja dari vendor, baik mekanik peraltan rumah sakit yang melakukan j=kunjungan perawtan alat, tukang yang bekerja di rumah sakit, tukang parkir dan individu-individu lainnya yang berkepentingan di rumah sakit, termasuk pengunjung dan orang-orang yang menjenguk pasien.

Rumah sakit justru menjadi sangat kompleks aspek K3-nya karena menyangkut banyak aspek. Selain itu, limbah rumah sakit juga merupakan salah satu aspek yang wajib dalam pantaun K3. Sebegitu kompleksnya sehingga sistem manajemen K3 rumah sakit haruslah benar-benar diperhatikan dan diwujudkan.

Upaya kesehatan merupakan setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Tenaga kerja kesehatan merupakan setiap orang yang mengabdi dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.

Mengingat pentingnya kesehatan bagi tenaga kerja di rumah sakit, oleh sebab itu pemerintah bersama-sama dengan PJK3 Accelera Safety (PT Mitra Jaya Profita) terus menerus meningkatkan pertumbuhan budaya K3 dengan salah satunya melalui Pelatihan K3 berbasis kompetensi dan bersifat sertifikasi dari KEMNAKER RI yang bertujuan untuk terus memperlengkapi, baik rumah sakit, terlebih lagi tenaga kesehatan secara individu untuk sungguh-sungguh menguasai dan berbudaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerjanya.

Sistem Manajemen K3 di rumah sakit haruslah dibuat dan dilakukan dengan maksimal sesuai kapasitas rumah sakit tersebut yang mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah terkait K3, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan.

error: Content is protected !!
WhatsApp chat